20 Warga Binaan Jalani Sidang TPP, Rutan Dumai Seleksi Tamping Berintegritas

20 Warga Binaan Jalani Sidang TPP, Rutan Dumai Seleksi Tamping Berintegritas

DUMAI – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) untuk menyeleksi warga binaan yang akan dipercaya sebagai Tahanan Pendamping (Tamping), Jumat (24/7/2026).
 

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rutan Dumai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Sebanyak 20 warga binaan mengikuti sidang sebagai perwakilan dari 63 warga binaan yang memenuhi syarat untuk diusulkan menjadi tamping.
 

Sidang TPP dipimpin jajaran pejabat struktural Rutan Dumai dengan melibatkan Komandan Jaga serta Wali Pemasyarakatan sebagai anggota tim penilai. Keterlibatan berbagai unsur tersebut dilakukan untuk memastikan proses seleksi berlangsung secara objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
 

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Dumai, Agung Maulana, mengatakan bahwa status sebagai tamping bukan sekadar penugasan, melainkan bentuk kepercayaan yang diberikan kepada warga binaan yang dinilai telah menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
 

“Status sebagai tamping merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, setiap keputusan diambil melalui pembahasan bersama dengan mempertimbangkan seluruh aspek penilaian secara profesional dan transparan,” ujar Agung.
 

Menurutnya, proses Sidang TPP menjadi salah satu bentuk komitmen Rutan Dumai dalam melaksanakan pembinaan secara objektif, terukur, dan bertanggung jawab.
 

Sementara itu, Kasubsi Pengelolaan Rutan Dumai, Erika Putra, berharap warga binaan yang nantinya dipercaya menjadi tamping mampu menjaga integritas, disiplin, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
 

“Kami berharap warga binaan yang nantinya dipercaya sebagai tamping dapat menjaga integritas, disiplin, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Kepercayaan ini harus dijadikan motivasi untuk terus memperbaiki diri dan menjadi teladan bagi warga binaan lainnya,” ungkap Erika.
 

Selain menjadi sarana evaluasi terhadap perkembangan perilaku warga binaan, Sidang TPP juga merupakan bagian dari proses pembinaan dan persiapan reintegrasi sosial. Melalui kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan, warga binaan diharapkan mampu membangun karakter positif sebagai bekal untuk kembali berperan di tengah masyarakat.
 

Dengan demikian, proses pemilihan tamping di Rutan Dumai tidak hanya berorientasi pada kebutuhan operasional, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan untuk menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, integritas, serta kepercayaan diri warga binaan.***
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index