Sinergi PT. Marita Makmur Jaya dan Pemdes Titi Akar, Bahas Pemberdayaan Ekonomi hingga Pencegahan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 | 18:19:26 WIB

RUPAT UTARA – Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi salah satu upaya untuk mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan. Hal ini tercermin dalam kegiatan kemitraan PT Marita Makmur Jaya (MMJ) bersama Pemerintah Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Senin (12/10/2026).

Mengusung tema “Melangkah Bersama Menuju Masyarakat Sejahtera”, kegiatan tersebut mencakup survei pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemetaan potensi desa, penyerahan alat pelindung diri (APD) kepada kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), serta sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan yang melibatkan warga Dusun Hutan Samak itu menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi sekaligus membahas peluang kerja sama dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pengembangan potensi lokal.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Rupat Utara Rizki Subagya Efendi, S.STP., M.Si.; Penjabat (Pj.) Kepala Desa Titi Akar M. Ali, S.A.P.; perwakilan Kapolsek Rupat Utara Tambrin; Bhabinkamtibmas Desa Titi Akar Naik Hutabarat; Babinsa Desa Titi Akar Novriandi; serta Manajer PT MMJ Guberson Mare Mare.

Sejumlah perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, anggota MPA, dan warga setempat turut mengikuti kegiatan tersebut.

Penjajakan Program Pertanian Produktif

Dalam pertemuan itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi salah satu pembahasan utama. PT MMJ bersama pemerintah desa menjajaki peluang pengembangan sektor pertanian sebagai upaya memanfaatkan potensi lokal sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan.

Manajer PT MMJ, Guberson Mare Mare, menyampaikan bahwa kemitraan dengan masyarakat perlu diarahkan pada kegiatan produktif yang memiliki potensi memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Salah satu gagasan yang dibahas adalah pengembangan tanaman jagung dan jahe bersama masyarakat. Rencana tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha, mendorong pemanfaatan lahan yang sesuai, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Sebagai langkah awal, dilakukan peninjauan terhadap kawasan yang dinilai berpotensi untuk pengembangan pertanian. Penjajakan ini menjadi bagian dari proses perencanaan sebelum program ditindaklanjuti.

Aspek legalitas dan status lahan juga menjadi perhatian agar rencana penanaman nantinya dapat dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait diperlukan untuk memastikan kejelasan lahan serta kesiapan pelaksanaan program.

Apabila dapat dikembangkan secara tepat, sektor pertanian berpotensi menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan di Desa Titi Akar.

Infrastruktur Jalan Jadi Perhatian

Selain pemberdayaan ekonomi, kebutuhan infrastruktur jalan di Dusun Hutan Samak turut menjadi perhatian dalam pembahasan pembangunan desa.

Ketersediaan akses jalan yang layak berperan penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat, memperlancar mobilitas, serta memudahkan distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.

Karena itu, komunikasi antara pemerintah desa, perusahaan, dan masyarakat diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas serta menjajaki kemungkinan dukungan sesuai kewenangan dan kapasitas masing-masing pihak.

Pemerintah desa memiliki peran dalam menghimpun aspirasi warga dan menyampaikan kebutuhan pembangunan. Sementara itu, perusahaan dapat menjadi mitra dalam membahas peluang dukungan melalui program sosial maupun kemitraan yang memungkinkan untuk dilaksanakan.

Pembahasan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun koordinasi yang lebih terarah. Namun, tindak lanjut mengenai pembangunan jalan tetap memerlukan perencanaan dan kesepakatan para pihak terkait.

Camat Dorong Kemitraan Berkelanjutan

Camat Rupat Utara, Rizki Subagya Efendi, S.STP., M.Si., berharap masyarakat Desa Titi Akar, terutama warga Dusun Hutan Samak, dapat memanfaatkan peluang kemitraan dengan perusahaan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi yang produktif.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan yang baik antara masyarakat dan perusahaan melalui komunikasi terbuka serta perencanaan yang matang.

Dalam pengembangan usaha pertanian, kejelasan status dan legalitas lahan perlu menjadi perhatian agar pelaksanaannya tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, sinergi antarpihak diharapkan mampu mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan tata kelola dan keberlanjutan program.

Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan juga menjadi bagian penting agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Serahkan APD untuk Kelompok MPA

Di bidang perlindungan lingkungan, PT MMJ menyerahkan bantuan alat pelindung diri kepada ketua kelompok MPA Desa Titi Akar.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kesiapan anggota MPA dalam melaksanakan kegiatan pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayahnya.

Selain penyerahan APD, peserta mendapatkan sosialisasi mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, upaya pencegahan munculnya titik api, serta koordinasi apabila ditemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan.

Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya menjaga lingkungan, mengingat pencegahan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan dan kerja sama berbagai pihak.

Melalui penguatan peran kelompok MPA, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla semakin meningkat sehingga risiko kebakaran dan dampaknya terhadap lingkungan maupun aktivitas warga dapat ditekan.

Dialog Jadi Ruang Penyampaian Aspirasi

Kegiatan tersebut juga diisi dengan dialog antara masyarakat dan pihak perusahaan. Dalam sesi ini, warga menyampaikan pertanyaan mengenai mekanisme penyaluran program kemitraan yang selama ini dijalankan PT MMJ.

Menanggapi hal itu, pihak perusahaan menjelaskan bahwa penyaluran program sebelumnya dilakukan melalui pemerintah desa. Adapun penyaluran yang secara khusus menyasar masyarakat di tingkat dusun baru dilaksanakan pada kesempatan tersebut.

Dialog ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh penjelasan mengenai pola penyaluran program sekaligus menyampaikan kebutuhan yang perlu menjadi perhatian bersama.

Komunikasi yang terbuka diharapkan dapat memperkuat pemahaman antara perusahaan dan masyarakat, sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program kemitraan berikutnya.

Pemerintah desa juga diharapkan terus berperan dalam mengoordinasikan aspirasi warga agar program pemberdayaan yang direncanakan dapat berjalan lebih tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini, PT MMJ dan Pemerintah Desa Titi Akar berupaya membangun kemitraan yang mencakup pemberdayaan ekonomi, penjajakan pengembangan pertanian, pembahasan kebutuhan infrastruktur, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi karhutla.

Sinergi antara perusahaan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat sesuai tugas dan kapasitas masing-masing.

Dengan semangat “Melangkah Bersama Menuju Masyarakat Sejahtera”, kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan potensi lokal dan mendorong peningkatan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

Kemitraan yang didukung komunikasi, perencanaan, dan keterlibatan masyarakat menjadi modal penting untuk mewujudkan Desa Titi Akar yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing.***

Terkini