Toreh Prestasi Nasional! Imigrasi Dumai Masuk 5 Besar Teraktif, Angga Rizky Putra Raih Peringkat Kedua

Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:55:39 WIB

DUMAI – Komitmen Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai dalam memperkuat pengawasan keimigrasian dan mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berbuah prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tak tanggung-tanggung, Imigrasi Dumai berhasil meraih penghargaan sebagai kantor imigrasi teraktif kelima dalam menjalankan Program Desa Binaan Imigrasi, sementara salah satu petugasnya, Angga Rizky Putra, sukses menempati peringkat kedua sebagai Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) teraktif.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Direktur Jenderal Keimigrasian RI, Hendarsam Marantoko, dalam kegiatan yang berlangsung di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Dua penghargaan nasional ini menjadi bukti nyata keseriusan Imigrasi Dumai dalam menjalankan program pembinaan masyarakat, khususnya untuk meningkatkan pemahaman warga terhadap persoalan keimigrasian serta mencegah praktik perdagangan orang dan tindak pidana perdagangan manusia.

Prestasi tersebut berdasarkan Piagam Penghargaan Nomor IMI-1632.GR.05.04 Tahun 2026.

Kepala Kantor Imigrasi Dumai, Ruhiyat M. Tolib, mengatakan pencapaian ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan tersebut juga memperpanjang catatan prestasi Imigrasi Dumai di tingkat nasional selama dua tahun berturut-turut.

Sebelumnya, pada 2025, Imigrasi Dumai juga meraih penghargaan terkait rencana strategis kerawanan keimigrasian serta pencegahan tindak pidana perdagangan orang dan tindak pidana perdagangan manusia.

“Penghargaan ini merupakan bukti komitmen Kantor Imigrasi Dumai dalam mengedukasi masyarakat guna memperkuat pencegahan tindak pidana perdagangan orang di wilayah Kota Dumai,” ujar Tolib kepada pers, Kamis (29/10/2026).

Angga Rizky Putra, Garda Terdepan di Tengah Masyarakat

Di balik prestasi institusi tersebut, nama Angga Rizky Putra turut mencuri perhatian. Petugas Imigrasi Dumai ini dinilai berhasil menjalankan peran sebagai Pimpasa melalui pendekatan humanis, pembinaan langsung kepada masyarakat, serta penguatan kesadaran terhadap pentingnya ketertiban keimigrasian di tingkat kelurahan.

Dedikasi Angga bukan kali pertama mendapat pengakuan. Pada tahun sebelumnya, ia juga menerima Penghargaan Anugraha Wira Wibawa Dharmesti Pratama Tahun 2025 dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.

Salah satu kontribusi penting Angga adalah keterlibatannya dalam upaya menunda keberangkatan 890 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural. Ia juga berperan dalam melakukan analisis mendalam terhadap data Warga Negara Indonesia (WNI) yang dideportasi.

Capaian tersebut memperlihatkan pentingnya peran petugas imigrasi di lapangan, bukan hanya dalam menjalankan fungsi administratif, tetapi juga dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam praktik migrasi berisiko.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras seluruh jajaran serta dedikasi tangguh yang secara khusus ditunjukkan oleh Angga Rizky Putra,” ungkap Tolib.

Prestasi Jadi Pemacu Inovasi dan Pelayanan

Tolib menegaskan, keberhasilan meraih penghargaan nasional secara berkelanjutan tidak boleh membuat jajaran Imigrasi Dumai berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi pemacu untuk memperkuat inovasi, memperluas jangkauan edukasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara institusi keimigrasian dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah berbagai potensi pelanggaran, termasuk keberangkatan pekerja migran secara nonprosedural dan ancaman perdagangan orang.

Program Desa Binaan Imigrasi diharapkan semakin mendekatkan petugas dengan masyarakat sehingga informasi mengenai prosedur keimigrasian, risiko bekerja ke luar negeri secara ilegal, serta modus perekrutan yang mencurigakan dapat dipahami sejak dini.

Dengan raihan dua penghargaan tersebut, Kantor Imigrasi Dumai berharap dapat terus memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjadi contoh bagi satuan kerja keimigrasian lainnya.

Prestasi ini bukan sekadar soal peringkat dan piagam penghargaan, melainkan juga tentang konsistensi menghadirkan negara di tengah masyarakat melalui edukasi, pengawasan, dan perlindungan.

Semangat tersebut sejalan dengan prinsip “Imigrasi untuk Rakyat”, yakni menghadirkan pelayanan yang semakin dekat, pengawasan yang semakin kuat, serta perlindungan yang semakin nyata bagi masyarakat.***

Terkini