Kakanwil Ditjenpas Riau Turun Malam ke Rutan Dumai, Pengamanan Diperketat, Warga Binaan Disapa Humanis

Kakanwil Ditjenpas Riau Turun Malam ke Rutan Dumai, Pengamanan Diperketat, Warga Binaan Disapa Humanis

DUMAI – Memastikan keamanan tetap terjaga sekaligus memperkuat pendekatan humanis terhadap warga binaan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Riau, Rudy Fernando Sianturi, melakukan kunjungan langsung ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai, Kamis malam (15/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan tugas pemasyarakatan, terutama kesiapsiagaan petugas pengamanan, kondisi blok hunian, serta kualitas pembinaan bagi warga binaan.

Kedatangan Rudy Fernando Sianturi yang didampingi Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Yusup Gunawan, disambut Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, bersama jajaran petugas.

Pastikan Pergantian Regu Pengamanan Berjalan Optimal

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Kakanwil terlebih dahulu menyaksikan apel serah terima regu pengamanan. Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting untuk memastikan proses pergantian tugas berlangsung tertib, terkoordinasi, dan sesuai prosedur.

Melalui apel serah terima, kesiapan personel, penyampaian informasi ant regu, serta kesinambungan pengawasan menjadi perhatian penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.

Pengamanan yang optimal dinilai menjadi fondasi utama penyelenggaraan pemasyarakatan. Kesiapsiagaan petugas harus terus dijaga agar potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini, sekaligus memastikan aktivitas warga binaan berlangsung dalam lingkungan yang aman dan terkendali.

Sapa Warga Binaan, Berikan Penguatan Moral

Usai menyaksikan apel pengamanan, Kakanwil bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke blok hunian. Di lokasi tersebut, Rudy Fernando Sianturi menyapa warga binaan secara langsung dan memberikan pesan agar mereka senantiasa menjaga ketertiban, mematuhi peraturan, serta mengikuti program pembinaan dengan sungguh-sungguh.

Pendekatan langsung ini mencerminkan pentingnya komunikasi antara pimpinan pemasyarakatan dan warga binaan. Selain memastikan situasi lingkungan hunian, interaksi tersebut menjadi sarana memberikan motivasi agar warga binaan tetap memiliki semangat untuk memperbaiki diri.

Warga binaan juga didorong untuk memanfaatkan masa pembinaan sebagai kesempatan membangun karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Masa menjalani pidana bukan sekadar waktu untuk mempertanggungjawabkan perbuatan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan perubahan positif, mengembangkan potensi diri, dan menata masa depan yang lebih baik.

Keamanan Tegas, Pelayanan Tetap Humanis

Kunjungan pada malam hari tersebut menegaskan pentingnya keseimbangan antara pengamanan yang disiplin dan pelayanan pemasyarakatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Di satu sisi, petugas dituntut menjalankan prosedur pengamanan secara profesional dan konsisten. Di sisi lain, warga binaan tetap harus memperoleh pelayanan serta pembinaan yang menghormati martabat manusia dan mendukung proses perubahan perilaku.

Kehadiran pimpinan secara langsung juga menjadi kesempatan untuk melihat kondisi lingkungan hunian serta memantau pelaksanaan tugas petugas di lapangan.

Pengawasan yang berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat kedisiplinan personel, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menjaga agar pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Rutan Dumai Perkuat Komitmen Pembinaan

Melalui kunjungan tersebut, Rutan Kelas IIB Dumai menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keamanan dan ketertiban, memperkuat profesionalisme petugas, serta mengoptimalkan program pembinaan bagi warga binaan.

Sinergi antara pimpinan, petugas pengamanan, dan jajaran pemasyarakatan menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan rutan yang aman, tertib, dan kondusif.

Dengan pengawasan yang konsisten serta pendekatan yang humanis, pemasyarakatan diharapkan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mampu menjalankan fungsi pembinaan secara optimal.

Pada akhirnya, keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari terjaganya keamanan di dalam rutan, tetapi juga dari upaya membentuk warga binaan agar mampu memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index