Tak Harus Jauh ke Kantor Pertanahan, ATR/BPN Dekat Buka Akses Informasi bagi Masyarakat

Tak Harus Jauh ke Kantor Pertanahan, ATR/BPN Dekat Buka Akses Informasi bagi Masyarakat

JAKARTA – Mengurus persoalan pertanahan kerap menjadi tantangan bagi masyarakat. Mulai dari mencari tahu persyaratan administrasi, mengurus roya, hingga menghadapi persoalan sertifikat tanah yang hilang, semuanya membutuhkan informasi yang jelas agar masyarakat tidak salah langkah.

Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menghadirkan layanan ATR/BPN Dekat, sebuah pelayanan melalui mobil keliling yang mendatangi pusat aktivitas masyarakat.

Kehadiran layanan ini menjadi langkah untuk mendekatkan akses informasi pertanahan kepada masyarakat tanpa harus selalu datang terlebih dahulu ke Kantor Pertanahan (Kantah).

Salah seorang warga yang merasakan manfaatnya adalah Diah, mahasiswi yang memanfaatkan layanan mobil keliling Kantah Kota Surakarta. Ia mengaku memperoleh penjelasan mengenai persyaratan pengurusan roya, termasuk dokumen yang harus dipersiapkan.

“Saya mendapatkan informasi mengenai persyaratan roya di sini. Kemudian, petugas juga menjelaskan dokumen apa saja yang perlu saya siapkan. Menurut saya ini layanan sangat bagus karena mendekatkan kepada masyarakat,” ujar Diah.

Menariknya, Diah mengetahui keberadaan layanan tersebut melalui akun Instagram Kantah Kota Surakarta. Informasi mengenai jadwal pelayanan pada hari Sabtu membuatnya tertarik untuk datang karena dinilai lebih mudah dijangkau dan sesuai dengan waktu luangnya.

Sertifikat Hilang Tak Lagi Membingungkan

Manfaat serupa dirasakan Adi Suryadi, warga Kota Salatiga. Melalui mobil layanan keliling yang ditempatkan di Pasar Raya Salatiga, ia bisa berkonsultasi langsung dengan petugas mengenai pengurusan sertifikat tanah yang hilang, termasuk kemungkinan dokumen pertanahan terdampak musibah seperti kebakaran.

“Saya sudah ngobrol banyak dengan petugas BPN. Saya meminta informasi untuk pengurusan sertipikat tanah yang hilang, atau misal kena musibah seperti kebakaran,” ungkap Adi Suryadi.

Bagi masyarakat yang memiliki kesibukan sehari-hari, akses informasi yang dekat menjadi keuntungan tersendiri. Warga dapat mengetahui prosedur dan persyaratan lebih awal sehingga bisa mempersiapkan dokumen sebelum mengajukan layanan resmi.

Namun, kemudahan memperoleh informasi tetap perlu diikuti dengan pemahaman bahwa setiap pengurusan pertanahan memiliki persyaratan dan tahapan tersendiri sesuai ketentuan yang berlaku.

Warga Berharap Menjangkau Pelosok Desa

Meski dinilai membantu, harapan masyarakat terhadap layanan ini tidak berhenti di kawasan perkotaan. Adi berharap mobil layanan ATR/BPN Dekat dapat diperluas hingga ke kecamatan, bahkan desa-desa.

“Bagi saya sangat membantu sekali, apalagi untuk orang seperti saya yang sehari-harinya sangat sibuk. Kalau bisa, layanan ini bukan hanya di kota, di tiap kecamatan. Bahkan, kalau bisa sampai ke desa-desa, itu sangat membantu sekali,” tuturnya.

Harapan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan publik yang baik bukan sekadar menyediakan fasilitas, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki akses yang mudah, informasi yang jelas, serta kesempatan yang setara untuk memperoleh pelayanan.

Dengan layanan ATR/BPN Dekat, masyarakat diharapkan semakin mudah memahami urusan pertanahan. Ke depan, perluasan jangkauan, penyampaian jadwal secara terbuka melalui media sosial, serta konsistensi pelayanan menjadi faktor penting agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Sebab, bagi masyarakat, pelayanan pertanahan yang benar-benar dekat bukan hanya soal jarak, melainkan juga tentang kemudahan memperoleh kepastian informasi ketika hak atas tanah membutuhkan perhatian.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index